cara sukses budidaya ikan gurami
LANGKAH-LANGKAH BUDIDAYA IKAN GURAMI
1. Persiapan Kolam Pemijahan
2. Seleksi Induk Gurami
3. Pemijahan Ikan Gurami
1. Menyiapkan Kolam Pemijahan
Pembenihan ikan gurami memerlukan kolam pemijahan. Usahakan kolam pemijahan atau penetasan baiknya berdekatan dengan kolam indukan, agar memudahkan pemindahan dari kolam induk ke kolam pemijahan.
Hal penting yang perlu dilakukan dalam persiapan membuat kolam pemijahan sebagai berikut :
- Pengeringan Kolam
langkah pertama sebelum melakukan pemijahan, kolam harus dikeringkan dahulu pengeringan kolam sebaiknya antara 3-4 hari. Pengeringan kolam bertujuan untuk membunuh hama atau penyakit yang berada di dasar kolam, dan pengeringan kolam membuat dasar tanah menjadi kering dan memiliki aroma khas yang baru bagi indukan ikan gurami dan mempercepat pemijahan ikan gurami. Selain itu pengeringan dapat menumbuhkan "plangkton" di pinggir-pinggir kolam untuk persediaan pakan bagi indukan gurami.
- Pengisian Air Kolam
Ikan Gurami memerlukan perairan yang relatif dalam pergerakan ikan tersebut, ikan gurami juga terbiasa hidup di perairan dasar kolam "DALAM" dan suka bergerak turun naik secara vertikal, oleh karena itu untuk pengisian air meliputi kedalaman 70-100 cm kurang lebih.
- Cara Memasang Tempat Pemijahan/Sarang
Untuk Kolam pemijahan yang sudah siap dapat segera dipasang kerangka sarang dan bahan pembentuk sarang seperti sosog. Setiap pemasangan kerangka sarang, umumnya dari bambu yang di belah tengah dan ditaro sebuah ijuk/sabuk kelapa untuk yang dijadikan sarang oleh indukan ikan gurami untuk meletakan telurnya. Jadi untuk pembudidaya menyiapkan bahan yang dapat dijadikan sarang oelh induk ikan gurami dalam kolam pemijahan.
Untuk posisi penanaman sarang baiknya terendam air sedalam 10-30 cm, untuk memudahkan pengawasan dan pemanenan, dan untuk menghindari dari terendamnya partikel lumpur.
Setiap pemijahan ikan gurami, satu ekor betina membutuhkan satu sarang untuk meletakan telur, dan sebaiknya kolam pemijahan di pasang 4-5 buah kerangka sarang untuk memudahkan ikan indukan gurami. Disarankan untuk sarang lebih baik buat dari sosog yang di beri ijuk/sabuk kelapa yang hampir sama dengan sarang burung, sehingga untuk induk jantan tinggal memperbaiki sarang tersebut. Hal ini bertujuan untuk induk jantan lebih cepat membuat sarang, dan waktu yang ada dapat untuk mempercepat proses pemijahan.2. Seleksi Induk Gurami
Tahap pertama sebelum melakukan pemijahan ikan gurami memilih indukan jantan dan betina yang berkualitas dan unggul dalam kematangan kelamin. Ciri-ciri Spesifikasi indukan gurami yang berkualitas sebagai berikut :
- Masa pertumbuhan ikan yang cepat.
- Bentuk badan ikan normal ( perbandingan panjang dan berat badan ideal).
- Ukuran kepala ikan kecil.
- Susunan sisik teratur, licin, warna cerah, dan tidak mempunyai luka.
- Gerakan ikan normal dan lincah.
- Berumur kurang lebih 4 tahun dengan berat 2-3 kg untuk indukan jantan, dan umur 3 minimal 3 tahun untuk indukan betina dengan berat 2-2,5 kg, masa produksi optimal induk betina berlangsung selama 5-7 tahun.
Selanjutnya cara membedakan indukan jantan dengan indukan betina yang unggul.
1. Induk Gurami Jantan
- Dahi menonjol.
- Dasar sirip dada terang agak keputihan.
- Dagu tebal dan berwarna kuning.
- Perut meruncing dan gerakan normal dan lincah.
- Bila perut di striping atau diurut mengeluarkan cairan berwarna putih.
2. Induk Gurami Betina
- Dahi rata tidak menonjol.
- Dasar sirip dada gelap kehitaman.
- Dagu tidak menebal dan berwarna putuh kecokelatan.
- Perut bundar dan gerakan agak lamban.
- Bila perut di striping atau diurut tidak mengeluarkan cairan berwarna putih.
3. Pemijahan Ikan Gurami
Tahap penting untuk yang diperhatikan dalam kolam pemijahan adalah airnya jernih dengan kedalaman antara 70-100 cm, dan mengalir air tidak terlalu deras. Untuk perbandingan induk jantan dan induk betina yang ideal di siapkan 1 : 4. Kolam pemijahan di buat sekitar 50-100 m2 atau lebih besar, tergantung kesediaan lahan untuk kolam.
Sebelum pemijahan berlangsung, biasanya induk jantan melakukan membuat sarang terlebih dahulu sedikit demi sedikit. Pemijahan akan segera terjadi pada sore hari, terjadi pada pukul 16.00-18.00 atau malam hari. Setelah berpijah, maka lubang sarang ditutup dengan rumput kering atau ijuk. Pemeriksaan sarang terhadap telur dapat dilakukan dengan cara menusuk bagian tengah sarang tersebut. Apabila dari dalam sarang keluar bintik-bintik minyak ke atas permukaan air dan berbau amis, bertanda induk gurami sudah berpijah/bertelur. Telur-telur tersebut dapat di pindahkan untuk ditetaskan di tempat lain atau wadah penetasan berupa aquarium.
- Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Gurami
Bila sudah dipastikan bahwa sarang terisi telur, maka sarang dapat dipanen untuk dipindahkan ke tempat penetasan telur. Panen dilakukan dengan mengangkat sarang secara hati-hati ke dalam ember yang berisi air kolam, penggunaan air kolam bertujuan untuk agar kondisi air tidak berubah (sama), untuk mengurangi kematian telur. Membedakan telur yang hidup dan sudah mati dapat dilihat dari segi warna telur. Telur yang hidup berwarna kuning cerah bening dan transparan, sedangkan telur yang sudah mati berwarna kusam, kuning muda agak keputih putihan. Telur yang mengalami kematian karena tidak dapat dibuahi telur tersebut dengan cepat terserang cendawan berwarna putih setelah terserang, telur mati akan membusuk dan menghambat/mengganggu perkembangan telur yang hidup.
- Hal-hal yang sangat penting dan diperhatikan dalam menetaskan telur ikan gurami adalah :
- Wadah penetasan sudah disiapkan 1-2 hari sebelumnya dengan diisi air bersih. Ketinggian air sekitar 25 cm kurang lebih, kemudian diberi larutan pembersih aquarium yang disebut methlene blue sebanyak 1cc/liter untuk menghilangkan hama air dalam wadah penetasan.
- Kepadatan telur 150-180 butir per liter .
- Menjaga suhu air pada kisaran 29-30 derajat untuk meningkatkan derajat penetasan telur.
- Satu hari sebelum diletakan telur kedalam wadah penetasan, air di dalam penetasan baiknya di kasih aerasi terlebih dahulu, agar memberikan oksigen yang cukup untuk telur tersebut. Telur akan menetas dalam waktu 25-40 jam.
Setelah telur menetas, maka akan terbentuk larva yang masih mempunyai kantong kuning telur untuk persediaan makan larva gurami. Masa kantong makan larva gurami akan habis dalam kurun waktu 10-12 hari, kemudian saat itu larva membutuhkan makanan yang disesuaikan dengan mulut larva ikan gurami. yang disebut dengan kutu air dan pakan selanjutnya yang diberikan pada larva ikan gurami adalah cacing sutera, kalau susah mendapatkan pakan tersebut bisa dengan cara menghaluskan pelet hingga hancur untuk bisa menyesuaikan mulut larva ikan gurami dan selalu menjaga kualitas dan kejernihan air.SEKIAN DAN TERIMAKASIH




Komentar
Posting Komentar